Universitas Unggul, Berbudaya Sehat dan, Bereputasi Internasional

Published : 2 October 2025 | Kalkulasi Durasi Baca...

Tingkatkan Daya saing UMKM Desa Lanjan, Tim PPK Ormawa BEM UNW Bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Semarang Gelar Sosialisasi Pemasaran Dan Branding Produk

Tingkatkan Daya saing UMKM Desa Lanjan, Tim PPK Ormawa BEM UNW Bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Semarang Gelar Sosialisasi Pemasaran Dan Branding Produk

Ungaran, 19 Agustus 2025 – Dalam upaya nyata untuk menggerakkan peningkatan ekonomi desa dan memberdayakan masyarakat, Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (PPK Ormawa BEM UNW) menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang dengan melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Pemasaran dan Branding UMKM Di Era Digitalisasi” bertempat di Balai Desa Lanjan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memberikan wawasan dan dukungan praktis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal yang mereka miliki. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran puluhan warga yang ingin mendapat pengetahuan dan strategi baru, yang menandakan kesadaran kolektif mereka akan pentingnya inovasi dalam berwirausaha. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh staf mahasiswa perguruan tinggi, ormawa BEM Universitas Ngudi Waluyo, pemerintah Desa Lanjan, pelaku UMKM hingga masyarakat Desa Lanjan.

Dalam kesempatan ini, tim PPK Ormawa BEM UNW didampingi dosen pendamping apt. Siti Khoiriyah, S.Farm., M.Pharm.Sci. yang mengikuti pertemuan dengan warga Desa Lanjan. Dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas partisipasi masyarakat. “Kami sangat apresiasi sebesar-besarnya kepada perangkat desa beserta warga Desa Lanjan, khususnya para pelaku UMKM yang telah mendukung kegiatan ini. Di Era digital saat ini, kemampuan memasarkan produk secara online dan membangun branding yang kuat menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.” ungkapnya.

Acara dibuka dengan penuh kehangatan oleh Bapak Komar, perwakilan perangkat desa,yang menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif kolaboratif ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Sebagai narasumber utama, Diskumperindag Kabupaten Semarang mengutus dua pakar, Bapak Restu dan Bapak Hendra, yang membawakan materi dengan gaya yang interaktif dan mudah dipahami, menjauhkan kesan formalitas yang kaku dan membangun suasana yang santai namun tetap informatif.

Pentingnya Legalitas dan Strategi Pemasaran di Era Digital

Bapak Restu memulai sesi dengan memaparkan secara detail pentingnya legalitas usaha bagi kelangsungan UMKM. Ia tidak hanya menjelaskan apa itu Nomor Induk Berusaha (NIB), melainkan juga menjabarkan berbagai keuntungan konkret yang menyertainya. "Dengan memiliki NIB, UMKM tidak hanya diakui secara resmi oleh negara, tetapi juga akan lebih mudah mengakses permodalan dari lembaga keuangan, berpartisipasi dalam program-program pelatihan pemerintah, dan yang terpenting, memperluas jaringan pasar mereka ke tingkat yang lebih tinggi," jelas Bapak Restu, seraya menambahkan bahwa legalitas juga membangun kepercayaan konsumen. Selain itu, ia juga membahas pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah yang krusial, terutama bagi produk makanan dan minuman. Sertifikasi ini, menurutnya, tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga membuka peluang pasar yang jauh lebih besar di tengah mayoritas penduduk Indonesia yang muslim.

Sesi selanjutnya, penyampaian materi oleh Bapak Hendra, yang fokus pada strategi pemasaran dan branding di tengah pasifnya perkembangan teknologi digital. Ia menegaskan bahwa di era ini, produk berkualitas tinggi saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Dibutuhkan kemampuan untuk membangun citra merek (branding) yang kuat agar produk dapat menonjol dan diingat oleh konsumen. Bapak Hendra memberikan panduan praktis tentang cara memanfaatkan media sosial, seperti Instagram dan Facebook, serta platform e-commerce, sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien dari segi biaya. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam konten dan interaksi yang proaktif dengan pelanggan di dunia maya.

Pendampingan Berkelanjutan: Dari Teori ke Aksi Nyata di Lapangan

Komitmen tim PPK Ormawa UNW tidak berhenti pada sesi pemaparan di Balai Desa. Mereka menyadari bahwa pengetahuan tanpa praktik akan sia-sia. Oleh karena itu, setelah kegiatan sosialisasi, tim PPK Ormawa langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pendampingan personal kepada para pelaku UMKM. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap ilmu yang telah disampaikan dapat langsung diaplikasikan dan menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan usaha mereka.

Pendampingan tersebut mencakup beberapa aspek penting. Tim PPK Ormawa dengan sabar membimbing para pelaku usaha melalui prosedur pengurusan NIB secara mandiri dengan mendatangi rumah pelaku UMKM masing-masing, memastikan setiap tahapan, mulai dari pengisian data hingga verifikasi dokumen. Tim PPK Ormawa mendampingi setiap individu hingga berhasil mendapatkan legalitas resmi, memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi para pelaku usaha. Selain itu, tim PPK Ormawa juga memberikan sentuhan kreatif pada produk-produk UMKM dengan menyempurnakan kemasan dan branding mereka. Tujuannya adalah agar produk terlihat lebih modern, profesional, dan menarik, sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Lebih dari itu, tim mahasiswa juga membantu dalam ranah optimalisasi promosi digital. Tim membantu para pelaku UMKM untuk menyusun katalog digital yang profesional, mengambil foto produk dengan kualitas tinggi, dan menyusun deskripsi yang menarik. Katalog ini menjadi alat promosi yang sangat efektif di media sosial dan platform online, membuka pintu bagi pasar yang lebih luas dan menjangkau konsumen dari berbagai wilayah.

Inisiatif kolaboratif ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga Desa Lanjan, tetapi juga menjadi contoh konkret sinergi antara dunia akademis, pemerintah daerah, dan masyarakat. Diharapkan, program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka secara optimal, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

 

 


Kembali