Published : 29 April 2026 | Kalkulasi Durasi Baca... | Dilihat : 12x

Ungaran, 25 Februari 2026 - Komitmen Universitas Ngudi Waluyo (UNW) untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman kembali menggema dalam terobosan unggulan program perkuliahan berbasis kerja yang kini dikenal dengan nama MAHIR (Mahasiswa Ahli Industri Ready). Program ini berawal dari KOKY, akronim dari Kerja Oke, Kuliah Yes!, yang kemudian berkembang menjadi Kelas Prakerja dan kini bertransformasi menjadi MAHIR dengan konsep yang sistematis dan terintegrasi. MAHIR dirancang sebagai skema kuliah sambil bekerja yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pelatihan secara gratis serta penempatan kerja yang relevan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan secara fleksibel, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja nyata. Konsep pembelajaran terintegrasi ini memungkinkan mahasiswa mengembangkan kompetensi akademik sekaligus profesional secara seimbang. Mereka berkesempatan membangun jejaring industri lebih awal, memiliki kemandirian finansial, serta meningkatkan keterampilan manajemen waktu dan kedisiplinan.
Keberhasilan program ini tercermin dari capaian prestasi akademik mahasiswa KOKI angkatan II Tahun 2022, Program Studi Kesehatan Masyarakat. Mereka mampu menyelesaikan studi dalam waktu tujuh semester dan menjalani perkuliahan bersamaan dengan aktivitas kerja. Sebanyak 21 mahasiswa program ini berhasil lulus lebih awal, bahkan tidak sedikit dari mereka yang meraih IPK nyaris sempurna seperti Amara Viorenita Merazhari dengan IPK sebesar 3,93.
![]() |
![]() |
Dalam wawancara singkat pasca yudisium, Amara menilai program kuliah sambil bekerja di UNW adalah solusi untuk generasi muda yang pantang menyerah. "Menurut saya, program KOKY atau MAHIR di UNW ini benar-benar membuka kesempatan buat teman-teman SMA yang ingin bekerja sembari kuliah terutama dibidang kesehatan terkhusus kesehatan masyarakat. Berbeda dengan kampus-kampus lain yang hanya terbatas pada prodi tertentu untuk kelas karyawan, rekognisi atau RPL, di UNW ini banyak prodi yang memberikan kesempatan untuk bekerja sambil kuliah", ujarnya. Amara juga berpesan kepada teman-teman SMA/SMK bahwa untuk melanjutkan pendidikan tinggi memang dibutuhkan niat dan tanggung jawab yang kuat, namun dibalik perjuangan itu akan ada hasil gemilang yang siap membawa kesuksesan.
Selaras dengan hal itu, Ketua Prodi S1-Kesehatan Masyarakat UNW, Sri Lestari, S.KM., M.Kes., juga memberikan apresiasi sekaligus menegaskan bahwa komitmen dari mahasiswa adalah kunci penting dalam program ini. “Program ini berfokus pada fasilitasi teman-teman SMA yang ingin kuliah mengejar pendidikan mereka dengan mandiri mencari biaya pendidikan. Saya pribadi dan Program Studi sangat mengapresiasi teman-teman kelas MAHIR yang telah berjuang luar biasa untuk bekerja dan tetap semangat menempuh pendidikan perkuliahan”, jelasnya. Beliau juga menekankan terkait keberhasilan kelas MAHIR ini terjalin tidak lain karena adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, dosen, prodi, universitas, dan mitra kerja.
Dengan capaian tersebut, MAHIR tidak hanya menjadi program alternatif, melainkan solusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi. UNW berharap program ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan kesempatan berkarier.